Macrozoobenthos Community Structure and its Relationship with Waters Quality of Kampung Baru, Sebong Lagoi Village, Bintan Regency

  • Wahyu Muzammil
  • Nova Prihatin Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Winny Retna Melani Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji
Keywords: macrozoobenthos, community structure, waters quality, ecological index, Kampung Baru Village, Bintan Regency

Abstract

Kampung Baru is an area on Bintan Island which is located in Sebong Lagoi Village, Teluk Sebong District, Bintan Regency, Riau Islands Province. This study aimed at determine the structure of the macrozoobenthos community, the condition of the physico-chemical parameters of the waters and the relationship between macrozoobenthos and water quality. This research was conducted using a survey method. Sampling site points of this study using random sampling method with 30 sampling site points at high and low tide. The parameters measured are physical, chemical and biological parameters of the water. The results showed that there were 18 species of macrozoobenthos consisting of 4 classes of macrozoobenthos and 3 phylum at 30 sampling site points, namely mollusca, annelida, and arthhopoda phylum. Based on the ecological index value, it is known that the macrozoobenthos species in Kampung Baru waters are still classified as low with disproportionate conditions. The values ​​of diversity index (low), uniformity index (high) and dominance index (low). Water quality of Kampung Baru waters at high tide still meet quality standards of Kepmen-LH No. 51 of 2004, but at low tide the values ​​of temperature, DO, and salinity parameters did not meet quality standards. The relationship between macrozoobenthos parameters and water quality using PCA analysis where density parameters have a relationship with two parameters, namely temperature and pH.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Apriadi T, Muzammil W, Melani WR, Safitri A. 2020. Struktur komunitas makrozoobenthos di aliran sungai di Senggarang, Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan. 9(1): 119-130.
Apriyanti. 2017. Struktur Komunitas Gastropoda di Perairan Kampung Baru Lagoi Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan. [Skripsi]. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Tanjungpinang: Universitas Maritim Raja Ali Haji.
Fachrul MF. 2007. Metode Sampling Bioekologi. Jakarta: Bumi Aksara.
Gholizadeh M, Melesse AM, Reddi L. 2016. A comprehensive review on water quality parameters estimation using remote sensing technique. Sensors. 16(8): 1298.
Hafshah GI, Suherman H, Mulyani Y. 2012. Hubungan limbah organik dengan struktur komunitas makrozoobentos di Sungai Musi Bagian Hilir. Jurnal Perikanan dan Kelautan. 3(3): 25-31.
Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (KLH). 2004. Baku Mutu Air Laut untuk Biota Laut. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.51 Tahun 2004 Tentang Baku Mutu Air Laut. KLH. Jakarta.
Magrifah, Ermiyarti, Haya LOMY. 2014. Karakteristik sedimen dan hubungannya dengan struktur komunitas makrozoobentos di Sungai Tahi Ite Kecamatan Rorowatu Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara. Jurnal Mina Laut Indonesia. 4(4): 117:131.
Marmita R, Siahaan R, Koneri R, Langoy ML. 2013. Makrozoobentos sebagai bioindikator biologi dalam menentukan kualitas air Sungai Ranoyapo, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Jurnal Ilmiah Sains. 13(1): 57-61.
Mushthofa A, Muskananfola MR, Rudiyanti S. 2014. Analisis struktur komunitas makrozoobenthos sebagai bioindikator kualitas perairan Sungai Wedung kabupaten Demak. Journal Maquares Management of Aquatic Resources. 3(1): 81-88.
Muzammil W, Apriadi T, Melani WR, Handayani KD. 2020. Length-weight relationships and environmental parameters of Macrobrachium malayanum (J. Roux, 1935) in Senggarang Water Flow, Tanjungpinang City, Riau Islands, Indonesia. Aceh Journal of Animal Science. 5(1): 18-25.
Nontji A. 2007. Laut Nusantara. Jakarta: Djambatan.
Odum EP. 1993. Dasar-Dasar Ekologi. Diterjemahkan oleh Thajono Samingan. Yogyakarta: UGM Press.
Putri MSP, Suryanti, Widyorini N. 2016. The relation of sediment texture to organic matter and macrozoobenthos abundance in the Estuarine of Banjir Kanal Timur River. Saintek Perikanan. 12(1): 75-80.
Salmin. 2005. Oksigen rerlarut (DO) dan kebutuhan oksigen biologi (BOD) sebagai salah satu indikator untuk menentukan kualitas perairan. Oseana. 30(1): 21-26.
Sese MR, Annawaty, Yusron E. 2018. Keanekaragaman Echinodermata (Echinoidea dan Holothuroidea) di Pulau Bakalan, Banggai Kepulauan Sulawesi Tengah, Indonesia. Scripta Biologica. 5(2): 73-77.
Siahaan RA, Indrawan D, Soedharma LB, Prasetyo. 2012. Keanekaragaman makrozoobentos sebagai indikator kualitas air Sungai Cisadane, Jawa Barat, Banten. Jurnal Bioslogos. 1(2): 1-9.
Sudarso J, Wardiatno Y. 2015. Penilaian Status Mutu Sungai dengan Indikator Makrozoobentos. Bogor: Pena Nusantara, 398p.
Triwiyanto K, Suartini MN, Subagio NJ. 2015. Keanekaragaman molluska di Pantai Serangan Desa Serangan Kecamatan Denpasar Selatan Bali. Jurnal Biologi. 19(2): 63-68.
Wahab I, Madduppa H, Kawaroe M, Nurafni. 2019. Analisis kepadatan makrozoobentos pada fase bulan berbeda di lamun, Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, Jakarta. Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan. 10(1): 93-107.
Yanto F, Susiana, Muzammil W. 2020. Tingkat pemanfaatan ikan umela (Lutjanus vitta) di Perairan Mapur yang didaratkan di Desa Kelong Kecamatan Bintan Pesisir Kabupaten Bintan. Journal of Tropical Fisheries Management. 4(2): 1-9.
Yolanda OAP, Melani WR, Muzammil W. 2020. Karakteristik sedimen pada Perairan Sei Carang, Kota Tanjungpinang – Indonesia. Habitus Aquatica. 1(2): 11-20.
Yuniar AS. 2012. Struktur komunitas makrozoobenthos di Perairan Morosari Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Journal of Marine Research. 1(1): 253-242.
Published
2021-06-14
How to Cite
Muzammil, W., Prihatin, N., & Melani, W. R. (2021). Macrozoobenthos Community Structure and its Relationship with Waters Quality of Kampung Baru, Sebong Lagoi Village, Bintan Regency. Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal of Tropical Fisheries Management), 5(1), 20-28. https://doi.org/10.29244/jppt.v5i1.34541