Tulang Ikan Patin (Pangasius sp.) sebagai Sumber Kolagen Sabun Mandi Padat

Catfish Pangasius sp. Bone as Collagen Source for Solid Bath Soap

  • Firlianty Fakultas Pertanian Jurusan Perikanan, Universitas Palangka Raya
  • Elita Elita Fakultas Pertanian Jurusan Perikanan, Universitas Palangka Raya
  • Yanti Krismonita Fakultas Pertanian Jurusan Perikanan, Universitas Palangka Raya
  • Rario Rario Fakultas Pertanian Jurusan Perikanan, Universitas Palangka Raya
  • Natallo Bugar Fakultas Pertanian Jurusan Perikanan, Universitas Palangka Raya
  • Anang Najamuddin Fakultas Pertanian Jurusan Perikanan, Universitas Palangka Raya
Keywords: best treatment, collagen concentration, fish waste

Abstract

This study aimed to determine the effect of catfish Pangasius sp. collagen addition on solid bath soap quality and the best treatment in the production process of Pangasius sp.- collagen soap. The collagen concentration was set at 0%, 3%, 6%, and 9%.  The result showed that the soap has met the SNI requirement for solid bath soap.  The best treatment was found in treatment D where the soap contained 9% collagen with the characteristic of 7.759% water content, 0.181% ethanol-insoluble material, 0.027% free fatty acid, and pH of 10.47.

References

Agustini NWS, Winarni AH. 2017. Karakteristik dan aktivitas antioksidan sabun padat transparan yang diperkaya dengan ekstrak kasar karotenoid Chlorella pyrenoidosa. Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan. 12(1): 11-12.

Anjarsari, Dahlan K, Suptijah P, Kemala T. 2016. Sintesis dan karakterisasi biokomposit bcp/ kolagen sebagai material perancah tulang. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia. 19(3): 356-361.

Annual Book of ASTM Standards. 2001. Volume 15.04. West Conshocken (US).

Badan Standardisasi Nasional. 2016. Sabun Mandi Padat. SNI.3532:2016. Jakarta (ID): Badan Standardisasi Nasional.

Darmanto Y, Agustini TW, Swastawati F. 2012. Efek kolagen dari berbagai jenis tulang ikan terhadap kualitas miofibril protein ikan selama proses dehidrasi. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan. 23(1): 36-40.

Hajar EWI, Mufidah S. 2016. Penurunan asam lemak bebas pada minyak goreng bekas menggunakan ampas tebu untuk pembuatan sabun. Jurnal Integrasi Proses. 6(1): 22-27.

Hambali E, Bunasor TK, Suryani A, Kusumah GA. 2005. Aplikasi dietanolamida dari asam laurat minyak inti sawit pada pembuatan sabun transparan. Jurnal Teknologi Industri Pertanian. 15(2): 46-53.

Ismail G, Supardi S, Wahyuningsih S. 2008. Analysis efficiency marketing system of fresh layang fish (Decapterus russeli) on pelabuhan fish auction place in Tegal City. Jurnal Mediagro. 4(2): 39-50.

Kittiphattanabawon P, Benjakul S, Visessanguan W, Nagai T, Tanaka M. 2005. Characterisation of acid-soluble collagen from skin and bone of bigeye snapper (Priacanthus tayenus). Food Chemistry. 89: 363-372.

Khulafaurrasidin. 2018. Uji kualitas sabun dengan bahan aditif minyak cengkeh dan uji aktivitasnya terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Jurnal Pendidikan Kimia. 5(4): 1-6

Maryani, Surti T, Ibrahim R. 2010. Aplikasi gelatin tulang ikan nila merah (Oreochromis niloticus) terhadap mutu permen jelly. Jurnal Saintek Perikanan. 6 (1): 62 - 70

Naiu AS, Yusuf N. 2018. Nilai sensoris dan viskositas skin cream menggunakan gelatin tulang tuna sebagai pengemulsi dan humektan. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia. 21(2): 199-207.

Nurilmala M, Nurhayati T, Roskananda R. 2018. Limbah industri filet ikan patin untuk hidrolisat protein. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia. 21(2): 287-294.

Febri ST, Hens O, Agustin T, Agnes T. 2017. Ekstraksi kolagen tulang ikan cakalang (Katsuwonus pelamis L.) menjadi gelatin dengan asam klorida. Jurnal Media Teknologi Hasil Perikanan. 5(3): 163-166.

Widyasanti S, Farddani CL, Rohdiana D. 2016. Pembuatan sabun padat transparan menggunakan minyak kelapa sawit (palm oil) dengan penambahan bahan aktif ekstrak teh putih (Camellia sinensis). Jurnal Teknik Pertanian Lampung. 5(3): 125-136.

Published
2021-06-07