Penanganan Ikan Cakalang oleh Nelayan Pole and Line

Handling System of Skipjack Tuna by Pole and Line Fishermen

  • Christina Litaay Pusat Penelitian Teknologi Tepat Guna, LIPI Subang, Jawa Barat
  • Sugeng Hari Wisudo Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Laut, FPIK-IPB, Bogor, Jawa Barat
  • Hairati Arfah Pusat Penelitian Laut Dalam, LIPI Ambon, Maluku
Keywords: ikan cakalang, organoleptik, penanganan, penyimpanan, pole and line

Abstract

Penanganan ikan segar merupakan bagian penting dari rantai pasokan industri perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penanganan dan penyimpanan ikan cakalang. Penelitian ini difokuskan pada kegiatan penangkapan pole and line untuk ikan cakalang di perairan Seram. Penelitian ini menggunakan teknik observasi lapangan dan uji organoleptik. Proses penanganan ikan di kapal menggunakan es balok dan air laut yang didinginkan terdiri atas penyortiran, pencucian, dan penirisan namun belum optimal. Fasilitas dan infrastruktur untuk penanganan ikan di pusat pendaratan juga tidak memadai, tidak ada tempat untuk melakukan beberapa pekerjaan yaitu penyortiran, pencucian, dan penirisan. Nilai organoleptik menurun dari 9,00 pada 0 jam menjadi 8,68 pada 12 jam, ketika ikan tiba di pusat pendaratan ikan. Peningkatan penanganan cakalang di kapal dan di pusat pendaratan ikan diperlukan untuk menjaga kualitas ikan dan mencegah kerusakan ikan

References

Adawyah R. 2007. Pengolahan dan Pengawetan Ikan. Jakarta (ID): Bumi Aksara.
Akande G, Diei-Ouadi Y. 2010. Post-Harvest Losses in Small-scale Fisheries-Case Studies in Five sub-Saharan African Countries. Rome: FAO Fisheries and Aquaculture Tech.
Amos. 2007. Analysis of quality deterioration at critical steps/points in fish handling in Uganda and Iceland and suggestions for improvement. Final Project 2007. UNU-Fisheries Training Programme Uganda.
Andersen UB, Thomassen MS, Rora AMB. 1995. Texture properties of farmed Atlantic salmon (Salmo salar): Influence of storage time on ice and smelt age. In: Andersen, U.B (ed.). Measurements of texture quality in farmed Atlantic salmon (Salmo salar) and Rainbow trout (Oncorhynchus mykiss) (III). [Doctor Scientiarum Thesis]. Norway (Eur): Agricultural University of Norway.
[BSN] Badan Standardisasi Nasional. 2006. Uji Organoleptik Ikan Segar. SNI 01-2346-2006. Jakarta (ID): Badan Standardisasi Nasional.
Clucas IJ, Ward AR. 1996. Post harvest fisheries development: a guide handling, preservation, processing and quality. (UK): Natural Resources Institute.
Deni S. 2015. Karakteristik mutu ikan selama penanganan pada kapal KM. Cakalang. Jurnal Ilmiah Agribisnis Dan Perikanan. 8(2): 72–80.
Gram L, Dalgaard P. 2002. Fish spoilage bacteria – problems and solutions. Current Opinion in Biotechnology. 13: 262-266.
Metusalach, Kasmiati, Fahrul, Jaya I. 2014. Pengaruh cara penangkapan, fasilitas penanganan dan cara penanganan ikan terhadap kualitas ikan yang dihasilkan. Jurnal IPTEKS PSP 1(1): 40-52.
Munandar A, Nurjannah, Nurimala. 2009. Kemunduran mutu ikan nila (Oreochromis niloticus) pada penyimpanan suhu rendah dengan perlakuan cara kematian dan penyiangan. Jurnal Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia. 12(2): 88-101.
Murniyati AS, Sunarman. 2000. Pendinginan, Pembekuan, Pengawetan Ikan. Yogyakarta (ID): Kanisius.
Olodosu, Ajayai RN, George FOA, Obasa SO, Bankole MO. 2011. Bacterial load, composition and succession in the African catfish, Clarias gariepinus held at ambient temperatures. Journal Researcher University Ota Ogun State Nigeria. 7(3):67-73.
Quang NH. 2005. Guidelines for handling and preservation of fresh fish for further processing in Vietnam. Iceland (Eur): The United Nation University Fisheries Training Programme.
Starling E, Diver G. 2005. The Australian Tuna Handling Manual: A Practical Guide for Industry. Queensland (AU): Seafood Service Australia.
Susanto E, Agustini TW, Swastawati F, Surti T, Fahmi AS, Albar MF, Nafis MK. 2011. Pemanfaatan bahan alami untuk memperpanjang umur simpan ikan kembung (Rastrelliger neglectus). Jurnal Perikanan. 13(2): 60-69.
Sveinsdottir K, Martinsdottir E, Hyldig G, Jorgensen B, Kristbergsson K. 2002. Application of quality index method (QIM) scheme in shelf-life study of farmed Atlantic salmon (Salmo salar). Journal Food Science. 67:1570-1579.
Tumonda S, Mewengkang HW, Timbowo SM. 2017. Kajian mutu ikan cakalang (Katsuwonus pelamis L ) asap terhadap nilai kadar air dan pH selama penyimpanan. Jurnal Media Teknologi Hasil Perikanan. 5(2): 64–68.
Wibowo S, Yunizal. 1998. Penanganan Ikan Segar. Instalasi Penelitian Perikanan Laut Slipi. Balai Penelitian Perikanan Laut. Jakarta (ID): Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan.
Widiastuti I, Putro S. 2010. Analisis mutu ikan tuna selama lepas tangkap. Jurnal Maspari, 1:22-29.
[WWF] World Wide Fund for Nature. 2015. Perikanan cakalang dengan pancing pole and line (Huhate). Seri Panduan Perikanan Skala Kecil. Jakarta (ID): WWF-Indonesia.
Published
2020-04-30