ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PERCERAIAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KABUPATEN BANYUMAS

  • Urip Tri Wijayanti Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
Keywords: faktor penyebab, identifikasi, karakteristik demografi, pandemi Covid-19, perceraian

Abstract

Tingkat perceraian di Kabupaten Banyumas pada masa pandemi Covid-19 dan menuju new normal tercatat mengalami peningkatan sebesar 48 kasus. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi karakteristik dan faktor-faktor yang melatarbelakangi perceraian di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Objek penelitian berupa data kasus perceraian bulan Maret s.d Juni 2020. Jumlah sampel sebanyak 200 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Metode analisis data menggunakan distribusi frekuensi dengan nilai modus untuk menentukan kecenderungan data. Hasil penelitian menemukan bahwa secara umum penggugat perceraian merupakan perempuan yang memiliki karakteristik berusia muda, berpendidikan rendah, tidak bekerja, usia perkawinan kurang dari lima tahun, dan baru memiliki satu anak. Faktor yang melatarbelakangi pasangan suami istri bercerai karena faktor ekonomi. Lebih lanjut, program yang dapat dikembangkan berdasarkan hasil penelitian yaitu perlu ada sosialisasi yang intens tentang persiapan kehidupan berkeluarga bagi calon pasangan muda khususnya dalam aspek ekonomi. Hal ini dimaksudkan agar para pasangan muda yang ingin memulai berkeluarga dapat membangun ketahanan keluarga yang optimal sehingga mampu mencegah terjadinya perceraian.

Author Biography

Urip Tri Wijayanti, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional

Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Jawa Tengah [BKKBN]

References

Abdullah, V. A. (2016). Arisan sebagai gaya hidup (sebuah kritik terhadap masyarakat perkotaan). Jurnal Komunikasi, 11(1), 17-28. doi:https://doi.org/10.20885/komunikasi.vol11.iss1.art2.

Abdurrahman, E. (2008). Pola perkawinan dan perceraian di Jawa Barat. Jakarta, ID: Lembaga Demografi FEUI.

Asilah, A., & Hastuti, D. (2013). Hubungan tingkat stres ibu dan pengasuhan penerimaan penolakan dengan konsep diri remaja pada keluarga bercerai. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 7(1), 10-18. doi:https://doi.org/10.24156/jikk.2014.7.1.10.

Bainah, N. (2013). Faktor-faktor penyebab perceraian di kelurahan Long Ikis Kabupaten Paser. eJournal Sosiatri Sosiologi, 1(1), 74-83.

[BKKBN & IPB] Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional & Institut Pertanian Bogor. (2020). Survei Kondisi Keluarga pada Masa Pandemi Covid-19. Jakarta, ID: BKKBN & IPB.

[BKKBN] Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2013). Program Genre dalam Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja. Jakarta, ID: BKKBN.

[BKKBN] Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2020). Strategi Komunikasi Risiko di Akar Rumput. Jakarta, ID: BKKBN.

Cao, W., Fang, Z., Hou, G., Han, M., Xu, X., Dong, J., & Zheng, J. (2020). The psychological impact of the Covid-19 epidemic on college students in China. Psychiatry Research, 287(March), 1-5. doi:https://doi.org/10.1016/j.psychres.2020.112934.

Chou, F. H., Su, T. T., Chou, P., Ou-Yang, W. C., Lu, M. K., & Chien, I. C. (2005). Survey of psychiatric disorders in a Taiwanese village population six months after a major earthquake. Journal of the Formosan Medical Association = Taiwan yi zhi, 104(5), 308–317.

Cohan, C. L., & Cole, S. W. (2002). Life course transitions and natural disaster: Marriage, birth, and divorce following Hurricane Hugo. Journal of family psychology, 16(1), 14–25. doi:https://doi.org/10.1037//0893-3200.16.1.14.

Coontz, S. (2007). The origins of modern divorce. Family process, 46(1), 7–16. doi:https://doi.org/10.1111/j.1545-5300.2006.00188.x.

Detik-News. Perceraian di Pulau Jawa meningkat gegara pandemi Covid-19. (2020). Retrieved from https://news.detik.com/berita/d-5150980/ perceraian-di-pulau-jawa-meningkat-gegar a-pandemi-covid-19.

Fachrina & Putra, R. E. (2013). Upaya pencegahan perceraian berbasis keluarga luas dan institusi lokal dalam masyarakat Minangkabau di Sumatra Utara. Jurnal Antropologi Indonesia, 34(2),101-111.

Faisal, S. (2001). Format-format penelitian sosial. Jakarta, ID: Rajawali Press.

Fajri, K., & Mulyono. (2017). Selingkuh sebagai salah satu faktor penyebab perceraian. Jurnal Studi Hukum Islam, 6(1), 1-11.

Hermady, E. (2004). Gugatan perceraian di pengadilan agama dengan alasan sakit jiwa (Thesis). Surabaya, ID: Universitas Airlangga.

Homans, G. (2004). Sosial behavior: Its elementary forms. New York, US: Harcourt, Brace and word.

Ghoffar, M. A. (2006). Menyikapi tingkah laku suami. Jakarta, ID: Almahira.

Graff & Kalmijn. (2006). Divorce motives in a period of rising divorce: Evidence from a dutch life-history survey. SAGE Journals, 27(4), 483-505. doi:https://doi.org/10.1177%2F0192513X05283982.

Harjianto, R. J. (2019). Identifikasi faktor penyebab perceraian sebagai dasar konsep pendidikan. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 19(1), 35-41. doi:https://doi.org/10.33087 /jiubj.v19i1.54.

Hoetomo. (2005). Kamus lengkap bahasa Indonesia. Jakarta, ID: Mitra Pelajar Swadaya.

Johnson, D. P. (1994). Teori sosiologi klasik dan modern jilid I. Jakarta, ID: Gramedia Pusaka Utama.

Kalmijn, M., Loeve, A., & Manting, D. (2007). Income dynamics in couples and the dissolution of marriage and cohabitation. Demography, 44(1), 159–179. doi:https://doi.org/10.1353/ dem.2007.0005.

Karim, E. (2004). Pendekatan perceraian dari perspektif sosiologi. Jakarta, ID: Yayasan Obor Indonesia.

Kiecolt-Glaser, J. K. (2018). Marriage, divorce, and the immune system. The American psychologist, 73(9), 1098–1108. doi:https://doi.org/10.1037/amp0000388.

Kotler & Amstrong. (2001). Prinsip-prinsip pemasaran. Jakarta, ID: Erlangga.

Lasswell, H. (1960). The structure and function of communication in society, in mass communications. A book of readings selected and edited by the Director of the Institute for Communication Research at Stanford University (Eds: Wilbur Schramm) Urbana, US: University of Illinois Press.

Lestari, S. (2012). Psikologi keluarga. Jakarta, ID: Kencana Prenada Media Grup.

Lontaan, A., & Kusmiyati. (2014). Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan kontrasepsi pasangan usia subur di puskesmas Damau Kabupaten Talaud. Jurnal Ilmiah Bidan, 2(1), 27-32. doi:https://doi.org/10.47718/jib.v2i1.312.

Luo, M., Guo, L., Yu, M., & Wang, H. (2020). The psychological and mental of Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) on medical staff and general public-A systematic review and meta-analysis. Psychiatry Research, 2919(April), 113190. doi:https://doi.org/10.1016/j.psychres.2020.113190.

Matondang, A. (2014). Faktor-faktor yang mengakibatkan perceraian dalam perkawinan. Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik, 2(2), 141-150.

Nasir, B. (2012). Faktor-faktor yang mempengaruhi perceraian di kecamatan sungai kunjang kota Samarinda. Jurnal Psikostudia Universitas Mulawarman, 1(1), 31-48. doi:http://dx.doi.org/10.30872 /psikostudia.v1i1.2172.

Neil, J. (2020). Domestic violence and Covid-19: Our hidden epidemic. Australian journal of general practice, 49. doi:https://doi.org/10.31128/AJGP-COVID-25.

Neuman, W. L. (2003). Social research methods: Qualitative and quantitative approaches. Boston, US: Allyn and Balcon.

Newby, J. M., O'Moore, K., Tang, S., Christensen, H., & Faasse, K. (2020). Acute mental health responses during the Covid-19 pandemic in Australia. PloS one, 15(7). doi:https://doi.org/10.1371 /journal.pone.0236562.

Ningrum, P. R. (2013). Perceraian orang tua dan penyesuaian diri remaja. Ejournal psikologi fisip unmul, 1(1), 69-79.

Nurdin, H. (2004). Dasar-dasar demografi. Jakarta, ID: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Pieh, C., O Rourke, T., Budimir, S., & Probst, T. (2020). Relationship quality and mental health during Covid-19 lockdown. PloS one, 15(9). doi:https://doi.org/10.1371 /journal.pone.0238906.

Pinel, J. P. J. (2012). Biopsikologi. Yogyakarta, ID: Pustaka Pelajar.

Pragholapati, A. (2020). Anxiety in someone who has divorce. Bandung, ID: Universitas Pendidikan Indonesia. Retrieved from https://doi.org/10.31234/osf.io/6n4qh.

Prime, H., Wade, M., & Browne, D. T. (2020). Risk and resilience in family well-being during the Covid-19 pandemic. American Psychologist, 75(5), 631–643. doi: https://doi.org/10.1037/amp0000660.

Putri, K. A. K., & Sudhana, H. (2013). Perbedaan tingkat stres pada ibu rumah tangga yang menggunakan dan tidak menggunakan pembantu rumah tangga. Jurnal Psikologi Udayana, 1(1), 94-105.

Radhitya, T. V., Nurwati, N., & Irfan, M. (2020). Dampak pandemi Covid-19 terhadap kekerasan dalam rumah tangga. Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik, 2(2), 1-11. doi:https://doi.org/10.24198 /jkrk.v2i2.29119.

Rahmaita, R., Pranaji, D. K., & Yuliati, L. N. (2016). Pengaruh tugas perkembangan keluarga terhadap kepuasan perkawinan ibu yang baru memiliki anak pertama. Jurnal Ilmu Keluarga Dan Konsumen, 9(1), 1–10. doi:https://doi.org/10.24156/jikk. 2016.9.1.1.

Ramadhani, P. E., & Hetty, K. (2019). Analisis dampak perceraian orang tua terhadap anak remaja. Jurnal Pekerjaan Sosial, 2(1), 109-119.

Republika. (2013). Usia pernikahan kurang dari 5 tahun rawan cerai. Retrieved from https://republika.co.id/berita/mwx7mx/usia-pernikahan-kurang-dari-5-tahun-rawan-cerai.

Ritzer, G. (2004). Sosiologi ilmu pengetahuan berparadigma ganda. Jakarta, ID: PT RajaGrafindo Persada.

Sbarra, D. A. (2015). Divorce and health: Current trends and future directions. Psychosomatic Medicine, 77(3), 227–236. doi:https://doi.org/10.1097/PSY.0000000000000168.

Simanjuntak. (2007). Pokok-pokok hukum perdata Indonesia. Jakarta, ID: Pusaka Djamban.

Smyth, B. M., Moloney, L. J., Brady, J. M., Harman, J. J., & Esler, M. (2020). Covid-19 in Australia: Impacts on separated families, family law professionals, and family courts. Family court review, 10.1111/fcre.12533. Advance online publication. doi:https://doi.org/10.1111 /fcre.12533.

Sopacua, Y. (2011). Pengaruh informasi terhadap adopsi alat KB di kalangan ibu rumah tangga pedagang kaki lima di desa Batu Merah Kota Ambon . Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(2), 183-189. doi: http://dx.doi.org/10.31947/kjik.v1i2.307.

Spremo, M. (2020). Children and divorce. Psychiatria Danubina, 32(Wallerstein 1985), 353–359. doi:https://doi.org/10. 1542/pir.1-7-211.

Stanley, S. M., & Markman, H. J. (2020). Helping couples in the shadow of Covid-19. Family process, 59(3), 937–955. doi: https://doi.org/10.1111/famp.12575.

Sugiyono. (2017). Statistik untuk penelitian. Bandung, ID: Alfabeta.

Suhendi & Wahyu, R. (2001). Pengantar studi sosiologi keluarga. Bandung, ID: Pustaka Setia.

Surya, M. (2009). Bina keluarga. Bandung, ID: Graha Ilmu.

Wongkaren, T. (2000). Di negara barat, fertilitas tidak lagi terkait dengan perkawinan. Warta Demografi, 30(2), 8-10.

Yatimah, D. (2017). Landasan pendidikan. Jakarta, ID: CV. Alumgadan Mandiri.

Published
2021-01-31
How to Cite
Wijayanti, U. T. (2021). ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PERCERAIAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KABUPATEN BANYUMAS. Jurnal Ilmu Keluarga & Konsumen, 14(1), 14-26. https://doi.org/10.24156/jikk.2021.14.1.14