Mastektomi pada kambing peranakan etawa (Capra aegagrus hircus)

  • Gunanti Soeyono Divisi Bedah dan Radiologi Departement Klinik Reproduksi dan Patologi Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor
  • Sus Derthi Widhyari Departemen Klinik, Reproduksi dan Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan, IPB University, Bogor
  • Selma Laily Nur Afifah Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, IPB University, Bogor
  • Shavrillia Inovanny Angesti Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, IPB University, Bogor
  • Intan Khoirunnisa Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, IPB University, Bogor
  • Irda Khaeriyah Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, IPB University, Bogor
  • Riana Nurul Maulani Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, IPB University, Bogor
  • Beata LYL Ayu Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, IPB University, Bogor
Keywords: Kata kunci: hemogram, kambing, mastektomi, operasi, tumor mamaria.

Abstract

Kambing betina peranakan etawa berumur 3 tahun diperiksa dengan gejala ada pembesaran di kelenjar mamaria. Anamnesis kambing sudah beranak 5 kali, setiap beranak 1-2 ekor dan anaknya selalu mati. Air susu induk tidak keluar walaupun terlihat ada pembesaran kelenjar mamaria. Pemeriksaan klinis menunjukkan ada pembesaran salah satu kelenjar mamaria. Diagnosis kambing tersebut menderita tumor mamaria. Hasil pemeriksaan laboratorium sebelum operasi menunjukkan gambaran hematologi masih dalam keadaan normal meskipun Hb normal rendah dan platelet rendah. Setelah operasi menunjukkan peningkatan neutrophil, monosit, dan kadar hemoglobin. Operasi masektomi berhasil dengan baik dan kondisi hewan setelah operasi memperlihatkan nafsu makan dan minum baik. Terjadi peningkatan gambaran RBC dan Hb sehingga kambing dilanjutkan perawatan sampai pulih kembal

Downloads

Download data is not yet available.

References

Allen AJ, Barrington GM, Parish SM. 2008. Physiologic mastectomy via flank laparotomy. Veterinary Clinics of North Ameri-ca: Food Animal Practice. 24(3):511-516.

Irawan A. 2015. Efektivitas kombinasi dutasteride dan teh hijau terhadap perdarahan pada BPH pasca-turp: kajian pengaruhnya terhadap ekspresi hypoxia induced factor 1-alpha (hif –1α) & hematokrit (ht) [tesis]. Semarang (ID): Universitas Diponegoro.

McElroy MC, Bassett HF. 2010. Mammary carcinoma in a ewe. Journal of veterinary diagnostic investigation. 22(6):1006-1007.

Mihevc SP, Peter DO. 2013. Mammary tumors in ruminants. Acta Agriculturae Slovenica. 2(84):102.

Purnama H, Sriwidodo, Ratnawulan S. 2017. Proses penyem-buhan dan perawatan luka: Review sistematik. Farmaka. 15(2):251–258.

Tan R, Bell RJW, Dowling BA, Dart AJ. 2003. Suture materials: composition and application in veterinary wound repair. Australian veterinary journal. 81(3): 140–145.

Published
2020-06-26
How to Cite
Soeyono, G., Widhyari, S. D., Afifah, S. L. N., Angesti, S. I., Khoirunnisa, I., Khaeriyah, I., Maulani, R. N., & Ayu, B. L. (2020). Mastektomi pada kambing peranakan etawa (Capra aegagrus hircus). ARSHI Veterinary Letters, 4(2), 29-30. https://doi.org/10.29244/avl.4.2.29-30