HUBUNGAN KARBON ORGANIK TERLARUT DENGAN SIFAT TANAH PADA TOPOSEKUEN DI TAMAN NASIONAL BUKIT DUABELAS

Syamsul Ariifin, Arief Hartono, Kukuh Murtilaksono, Syaiful Anwar, Sunarti Sunarti, Yakov Kuztakov

Abstract


Bahan organik dalam ekosistem hutan yang berkontribusi pada horizon organik dalam profil tanah terdekomposisi menjadi CO2. DOC (karbon organik terlarut) yang tercuci melalui horison tanah mineral dapat didekomposisi, larut sebagai DOC atau diserap ke permukaan mineral. Pengaruh sifat-sifat tanah terhadap dinamika DOC belum sepenuhnya dipahami karena data yang terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh dari toposekuen terhadap sifat tanah dan DOC. Enam profil tanah dibuat dengan perbedaan posisi lereng dalam toposekuan. Lisimeter dipasang horisontal (di horison AO, AB, dan B di setiap profil tanah) dan dihubungkan dengan botol kolektor yang diletakkan di bawah profil tanah. Sampel tanah dikumpulkan dari setiap profil tanah pada awal penelitian, sedangkan larutan tanah dikumpulkan secara periodik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji beda rata-rata fluks DOC pada toposekuen menunjukkan bahwa fluks DOC di profil tanah lereng bawah dengan fluks DOC di profil tanah lereng atas dan tengah berbeda. Konsentrasi, jumlah, dan fluks DOC di profil tanah lereng bawah lebih tinggi dibandingkan di profil tanah lereng atas dan lereng tengah. Hasil uji beda rata-rata fluks DOC antar horison tanah menunjukkan fluks DOC di horison AO dengan fluks DOC di horison AB dan B berbeda. Konsentrasi, jumlah, dan fluks DOC di horison AO lebih tinggi dibandingkan di horison AB dan horison B. Hasil korelasi Pearson menunjukkan bahnwa fluks DOC berkorelasi positif dengan C-organik, total-N, dan kapasitas tukar kation (KTK), tetapi berkorelasi negatif dengan bobot isi, pH, dan kandungan Fe dithionite-citrate-bicarbonate (Fed). Penelitian menghasilkan bahwa profil tanah pada lereng yang lebih rendah secara toposekuen memiliki jumlah DOC yang lebih tinggi dibandingkan dengan profil tanah di atasnya. Horison tanah AO memiliki jumlah DOC yang lebih tinggi dibandingkan horison AB dan B. Peningkatan C-organik, N-total, dan KTK meningkatkan jumlah DOC. Di sisi lain peningkatan bobot isi tanah, pH dan Fed menurunkan jumlah DOC.

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.29244/jitl.19.2.51-59


Sekretariat: Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Jl. Meranti Lt 4 Wing 12, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680

Telp. 02518629360; Fax. 02518629358

Website: http://journal.ipb.ac.id/index.php/jtanah

e-mail: jtl_soilipb@yahoo.com; jitl@apps.ipb.ac.id

P-ISSN: 1410-7333   E-ISSN: 2549-2853


Creative Commons License
This journal is published under the terms of the Creative Commons Attribution 4.0 International License.