MODEL SPASIAL KERUSAKAN LAHAN DAN PENCEMARAN AIR AKIBAT KEGIATAN PERTAMBANGAN EMAS TANPA IZIN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI RAYA, KALIMANTAN BARAT

  • Romiyanto Romiyanto Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjung Pura Pontianak, Kalimantan Barat
  • Baba Barus Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Jl. Meranti Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680
  • Untung Sudadi Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Jl. Meranti Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680

Abstrak

Aktivitas pertambangan emas tanpa izin menyebabkan terbentuknya lubang tambang, tailing, vegetasi tercekam dan lahan terbuka. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengembangkan model spasial kerusakan lahan dan pencemaran perairan akibat penambangan emas tanpa izin di DAS Raya, Kalimantan Barat. Model kerusakan lahan dikembangkan berdasarkan perkalian skor umur tambang dan jenis tailing, sedangkan skor untuk model pencemaran perairan didasarkan hasil analisis distribusi spasial kadar total dissolved solids (TDS) dan Hg air Danau Serantangan. Vegetasi di area terdegradasi menunjukkan gejala defisiensi dan toksisitas hara. Berdasarkan NDVI (normalized difference vegetation index), area terdegradasi menghasilkan kisaran nilai 0.1-0.6. Tingkat kerusakan lahan di areal penelitian diklasifikasikan agak rusak (29.33%), rusak (28.70%) dan sangat rusak (41.97% dari total luas 4,551 ha), sedangkan 65.87% atau 83 ha areal perairan Danau Serantangan diklasifikasikan sangat tercemar berdasarkan kadar Hg dan TDS. Tingkat akurasi model spasial kerusakan lahan dan pencemaran perairan yang dikembangkan masing-masing mencapai 88.30 dan 82.57%.

Kata kunci: Pertambangan emas tanpa izin, kerusakan lahan, model spasial, pencemaran air

Diterbitkan
2015-10-01