Analisis Potensi Air Sungai Pada Embung 190 Di PG. Bungamayang PTPN VII, Lampung

Melvin Classy Alexander Tarigan, Asep Sapei

Abstract


Air merupakan elemen yang sangat penting bagi keberlanjutan hidup makhluk hidup setiap harinya. Air juga digunakan untuk irigasi pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi air sungai di PG. Bungamayang PTPN VII, Lampung. Penelitian ini terbatas pada embung 190 PG. Bungamayang PTPN VII yang merupakan bagian dari DAS Tulang Bawang yang secara geografi terletak pada 104° 52' 07" BT dan 04° 35' 24" LS. Pada penelitian ini, analisis SWAT dilakukan menggunakan ArcSWAT 2012 sebagai plug-in pada ArcGIS 10. Pada simulasi ini, terdapat 4 tahapan proses, yaitu delineasi daerah DAS, pembentukan HRU, pengolahan data dan simulasi SWAT, serta proses visualisasi. Untuk proses validasi, digunakan perbandingan antara debit simulasi SWAT dengan debit observasi dari tanggal 20 Maret hingga 5 April 2014. Hasil simulasi SWAT menunjukan debit rata-rata sebesar 0.066 m3/s. Sedangkan untuk debit observasi, diperoleh debit rata- rata sebesar 0.043 m3/s dengan koefesien korelasi sebesar 0,897. Potensi air sungai dapat ditunjukan dengan debit rataan tahunan permodelan SWAT dengan debit rataan maksimum tahunan sebesar 0.143 m3/s pada bulan April and debit rataan minimum tahunan sebesar 0.018 m3/s yang terjadi pada bulan Septembar sehingga diperoleh total potensi air sungai pada Embung 190 di PG Bungamayang PTPN VII, Lampung sebesar 2 373 950.55 m3 tiap tahunnya.

Kata kunci: DAS Tulang Bawang, HRU, potensi air sungai, SWAT


Full Text:

PDF

References


Ahl RS, Scott W. Woods dan Hans R. Zuurig. 2008. Hidrological Calibration and Validation of SWAT in A Snow-Dominated Rocky Mountain Watershed, Montana. USA. Journal of The American Water Resources Association.

Anggana. 2013. Analisa Kebutuhan Air Irigasi pada Tanaman di Daerah Irigasi Poncowati dengan Menggunakan Software Cropwate 8. Jurusan Teknik Pengairan. Fakultas Teknik. Universitas Brawijaya Press

Arnold, J.G., J.R. Kiniry, dan J.R. Williems. 2005. Soil and Water Assessment Tool Theoretical documentation (version 2005). Agriculture Research Sevice US. Retrieved October 31, 2008. http://swat.tamu.edu/media/1292/swat2005theory

Asdak C. 1995. Hidrologi dan Pengolahan Daerah Aliran Sungai. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Buku Standar Perencanaan Irigasi (Kriteria Perencanaan Bagian Bangunan Utama KP-02), CV Galang Persada 1986, Dirjen Pengairan, Departemen Pekerjaan Umum

Chang KT.2004. Introduction to Geographic Information Systems.2nd Edition. Iowa: McGraw-Hill

Emiyati. 2012. Hydrological Response Unit (HRU) dan Debit Aliran Daerah Aliran Ci Rasea. Thesis. Jurusan Geografi. Universitas Indonesia Press

Flugel, W. A. 1997. Combining GIS with regional hydrological modelling using hydrological response unit (HRUs). An application from Germany. Mathematics and Computers in Simulation 43 (297-304). Elsevier.

Fitrian, Hani. 2002. Analisis Potensi dan Ketersediaan Air Berdasarkan Neraca Air di DAS Brantas Hulu, Jawa Timur. Jurusan Geofisika dan Meteorologi FMIPA IPB, Bogor

Handoko. 1995. Klimatologi Dasar. Jakarta : Pustaka Jaya

Gandasasmita K, Hadi SA, Saroinsonng FB. 2003. Data structure developing for land resources information storage and management (in Indonesian). The 10th National Seminat of Persada 3-4 July 2003. Nikko Hotel, Jakarta.

Junaidy, Edy dan Surya Dharma Tarigan. 2010. Penggunaan Model Hidrologi SWAT (Soil and Water Assessment Tool) Dalam Pengelolaan DAS Cisadane. Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian. IPB : Press.

Kodoatie dan Robert J. 2008. Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu. Yogyakarta: CV Andi Offset

Matlock M, Greg Thoma, Eric Cummings, Jackson Cothren, Mansoor Leh dan John Wilson. 2013. Geospatial Analysis of Potential Water Use, Water Stress and eutrophication impacts from US dairy production. International Dairy Journal. Departement Of Agriculture and Biological Engineering. University of Arkansas. Elsevier.

Tan, K. H. 1991. Dasar-Dasar Kimia Tanah. Terjemahan Goenadi, D.H. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Soil Survey Staff. 1998. Key to Soil Taxonomy 8th edition. USDA-NRCS Washington DC.

Srinivasan, R dan Chris George. 2011. Map Window Interface for Soil and Water Assessment Tool (SWAT). United Nations University International Institute for Software Technology. Macao.

Zhang, X. 2006. Evaluations of Spatial Heterogenity of Watershed through HRU concept using SWAT. http://twri.tamu.edu/docs/funding/usgs/2005-06/zhang (3 Juni 2014) [terhubung berkala]




DOI: https://doi.org/10.29244/jsil.2.1.43-50