PEMODELAN DISPERSI GAS DARI CEROBONG DENGAN MODEL GAUSSIAN
PDF (Bahasa Indonesia)

How to Cite

AssegafA. H. (2018) “PEMODELAN DISPERSI GAS DARI CEROBONG DENGAN MODEL GAUSSIAN”, Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management), 8(3), pp. 414-419. doi: 10.29244/jpsl.8.3.414-419.

Abstract

Abstract. Pada saat ini ketersediaan data meteorologi profile di Indonesia yang biasanya diukur dengan radiosonde terbatas pada bandara-bandara nasional dan internasional.  Sementara data tersebut diperlukan dalam pemodelan standar seperti AERMOD dan CALPUFF yang memerlukan preparasi data meteorologi yang rumit untuk mensimulasikan dispersi polutan dari cerobong pabrik/PLTU.  Ketika model standar tersebut tidak dapat digunakan karena keterbatasan data, maka dapat digantikan dengan model yang lebih sederhana, walaupun akurasinya lebih rendah. Pemodelan dispersi emisi gas berbasis Gaussian-Pasquil cocok digunakan di daerah terpencil karena kesederhanaannya dalam preparasi data meteorologi. Pada model semacam ini hanya data meteorologi permukaan yang diperlukan. Data meteorologi profile tidak diperlukan dalam perhitungan stabilitas atmosfir.   Makalah ini memaparkan konstruksi model Gaussian Plume berbasis stabilitas Pasquil . Model dirancang untuk mensimulasikan dispersi gas SO2 yang diemisikan oleh cerobong pabrik/PLTU. Reseptor dan cerobong disetup pada grid Cartesian yang posisinya merunut pada koordinat geografis. Terrain diasumsikan hampir flat dengan ketinggian maksimum 10% dari tinggi cerobong.  Data jam-jaman meteorologi permukaan yang diperlukan berupa kecepatan dan arah angin, temperatur dan stabilitas atmosfir. Hasil selanjutnya dapat digambarkan dalam kontur dari rata-rata periode/tahunan, rata-rata kondisi tertinggi (1 jam, 3 jam, 8 jam dan 24 jam).

Keywords: stabilitas Pasquil, dispersi polutan udara, model gaussian, PLTU

https://doi.org/10.29244/jpsl.8.3.414-419
PDF (Bahasa Indonesia)

References

US Environmental Protection Agency, (1998a): AERMOD: Revised Draft – User’s Guide for the AMS/EPA Regulatory Model – AERMOD. Office of Air Quality Planning and Standards, Research Triangle Park, NC.

G. A. Grell, J. Dudhia and D. R. Stauffer, 1994: A Description of the fifth generation Penn State/ NCAR mesoscale model (MM5), NCAR Tech Note, NCAR/TN-398+STR, 117.

Pasquill F. (1961). Estimation of the dispersion of windborne material. Meteorol. Mag. 90, 33–49

Gifford F.A. (1961). Use of routine meteorological observations for estimating atmospheric dispersion. Nuclear Safety 2, 47–51

Briggs G.A. (1975). Plume rise predictions. In Lectures on Air Pollution and Environmental Impact Analyses. American Meteorological Society, Boston, MA, pp. 59–111.

Beychok M.R. (2005). Fundamentals of Stack Gas Dispersion, 4th ed. Beychok, Newport Beach, CA.

De Visscher A. (2014). Air dispersion modeling:foundations and applications, John Wiley & Sons.

Lazaridis M. (2011). First Principle of Meteorology and Air

Pollution, Environmental Pollution 19.Springer.

Hanna S.R., Briggs, G.A. and Hosker, R.P. (1982). Handbook on Atmospheric diffusion. U.S. Department of Energy.

Turner D.B. (1994). Workbook of atmospheric dispersion estimates: an introduction to dispersion modeling, 2nd ed. CRC Press.

Authors who publish with this journal agree to the following terms:

    1. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.

    1. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.

  1. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).