KEBUTUHAN HUTAN KOTA BERDASARKAN EMISI KARBONDIOKSIDA DI KOTA PRABUMULIH PROVINSI SUMATERA SELATAN

  • Yuniar Pratiwi Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Bogor, 16680
  • Endes Nurfilmarasa Dachlan Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Bogor, 16680
  • Lilik Budi Prasetyo Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Bogor, 16680

Abstract

Urban forest is one of the green open space shape which requires as O2, CO2 absorb, and it is able to create healty physical environment. Prabumulih is one of the part city in South Sumatera which have acreage 4,344.6 ha with existing urban forest areal ±10 ha.The aims of this research is identifying, predicting the urban forest area necessity based on the total of CO2 emissions, and determining the appropriate location to be prioritized as urban forest. The source of CO2 emission derives from the use of fuel (gasoline, diesel, LPG), agricultural area (rice field), cattle (cows, buffaloes, horses, goats, sheep, and poultry) and citizens. Identification of urban forest priority area is based on characteristic of urban forest. The result of this research indicate CO2 emission in 2014 was 190.64 Gg CO2 with the urban forest area necessity to 3,262.44 ha and CO2 emission was predicted to increase until 2034. The result from of model simulation in this research showed that CO2 emission in 2034 will be predicted to 279.40 Gg CO2 with urban forest area needs to 4,785.98 ha. Urban forest locations with higher priority are in Cambai district, West Prabumulih, East Prabumulih, and North Prabumulih.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Dachlan, E. N. 2007. Analisis kebutuhan luasan hutan kota sebagai sink gas CO2 antropogenik dari bahan bakar binyak dan gas di KotaBogor dengan pendekatan sistem dinamik. Disertasi. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Dachlan, E. N. 2011. Kebutuhan luasan areal hutan kota sebagai rosot (sink) gas CO2 untuk mengantisipasi penurunan luasan ruang terbuka hijau di Kota Bogor. Forum geografi 25 (2), pp 164-177.

Grey, G. W., F. J. Denake, 1978. Urban Forestry. John Wiley and Sons, New York.

[IPCC] Intergovernmental Panel on Climate Change. 1996. Revised 1996 IPCC guidelines for national greenhouse gas inventories workbook. [terhubung berkala]. http://www.ipccnggip.iges.or.jp/public/gl/invs5.html [06 Juli 2015].

[Kepwako] Keputusan Walikota, 2010. Keputusan WaliKota Prabumulih Nomor: 202/KPTS/PERTA/2010 tentang penunjukan lokasi hutan kota prabumulih.

Monteny, G. J., C. M. Groenestein, M. A. Hilhorst, 2001. Interactions and couplingbetween emissions of methane and nitrousoxide from animal husbandry. Nutr. CyclingAgroecosyst 60, pp. 123-132.

Kreuzer, M., C. R. Soliva, 2008. Nutrition: key to methane mitigation in ruminants. Proc. Soc. Nutr. Physiol 17, pp 168171.

[PP] Peraturan Pemerintah, 2002. Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2002 tentang hutan Kota.

Qodriyanti, N. 2010. Analisis distribusi dan kecukupan luasan hutan kota sebagai rosot karbondioksida dengan aplikasi sistem informasi geografi dan penginderaan jauh di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara. Skripsi. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Ruslan, M., B. Rahmad, 2012. Kajian Ruang Terbuka Hijau dalam rangka pembentukan hutan kota di Banjarbaru. Jurnal Hutan Tropis 13 (1).

Septriana, D., A. Indrawan, E. N. Dahlan, I. N. S. Jaya, 2004. Prediksi kebutuhan hutan kota berbasis oksigen di Kota Padang, Sumatera Barat. Jurnal Manajemen Hutan Tropika 10 (2), pp 47-57.

Tinambunan R. S., 2006. Analisis kebutuhan ruang terbuka hijau di Kota Pekanbaru. Tesis. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Wardhana, Y. M. A., 2009. Estimasi kebutuhan hutan kota di kotamadya jakarta pusat. Tesis. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Yuliasmara, F. A. Wibawa, 2007. Pengukuran karbon tersimpan pada perkebunan kakao dengan pendekatan biomassa tanaman. Warta Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia 23 (3), pp 149-158.

Published
2016-05-31
How to Cite
Pratiwi, Y., Dachlan, E. N. and Prasetyo, L. B. (2016) “KEBUTUHAN HUTAN KOTA BERDASARKAN EMISI KARBONDIOKSIDA DI KOTA PRABUMULIH PROVINSI SUMATERA SELATAN”, Journal of Natural Resources and Environmental Management, 6(1), p. 45. doi: 10.29244/jpsl.6.1.45.