KEBIJAKAN PENGELOLAAN SUMBERDAYA IKAN PELAGIS BESAR DI KOTA AMBON

  • Ahadar Tuhuteru Program Studi Ekonomi Sumberdaya Kelautan Tropika, Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor 16680
  • Tridoyo Kusumastanto Departemen Ekonomi Sumberdaya Lingkungan, Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor 16680
  • Aceng Hidayat

Abstract

Ikan pelagis besar yang dominan ditangkap oleh nelayan-nelayan di Kota Ambon adalah ikan cakalang dan tuna. Kecenderungan penangkapan yang meningkat terhadap dua komoditas pelagis besar tersebut mengancam keberlanjutan sumberdayanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat alokasi optimal dan kebijakan pengelolaan sumberdaya ikan pelagis besar di pesisir Kota Ambon. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis bioekonomi serta Analytic Hierarchy Process (AHP). Hasil studi menunjukkan bahwa rente ekonomi tertinggi adalah rezim MEY yaitu Rp.11.723 juta dengan tingkat produksi sebesar 1.926 ton dan effort 2.404 trip. Tingkat produksi aktual sebesar 1.813 ton per tahun dan nilai effort 3.221 trip per tahun lebih rendah dari MSY (2.491 ton per tahun dan 4.589 trip per tahun) dengan nilai rente ekonomiĀ  Rp.2.543 juta per tahun menunjukkan kondisi sumberdaya ikan pelagis besar di Kota Ambon belum terindikasi overfishing. Para pakar (responden) menganggap kriteria ekologi memegang peranan penting dalam keberlanjutan sumberdaya ikan pelagis besar di pesisir Kota Ambon. Agar pengelolaan sumberdaya perikanan pelagis besar berkelanjutan, maka arah kebijakan yang diperlukan meliputi pengaturan quota, pengembangan investasi armada tangkap pancing tonda (trolling) dibandingkan huhate (pole and line), peningkatan kapasitas SDM, manajemen usaha terpadu, dan penguatan peran lembaga sasi.

Published
2017-03-22
Section
Articles