GAYA HIDUP DAN KEJADIAN SINDROM METABOLIK PADA KARYAWAN LAKI-LAKI BERSTATUS GIZI OBES DI PT. INDOCEMENT CITEUREUP

  • Fitria Nurjanah Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (FEMA), Institut Pertanian Bogor, Bogor 16680
  • Katrin Roosita Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (FEMA), Institut Pertanian Bogor, Bogor 16680

Abstract

ABSTRACT

The objectives of this study were to analyze life style and incidence of metabolic syndrome among obese male employees in PT. Indocement Citeureup. The cross sectional design was applied with purposive sampling by involving 59 obese male employees met the inclusion criteria. There was 49.2% subject has metabolic syndrome whereas the highest prevalence was central obesity (96.6%), followed by hipertriglyceridemia (82.8%), low level of High Density Lipoprotein (HDL) (72.4%), fasting blood glucose (62.1%), and hypertension (55.2%). There was no significant difference prevalence of metabolic syndrome by age, history of obesity, smoking habits, excercise habits, physical activity, and eating behavior (p>0.05). High cigarettes smoking significantly correlated with lower diastole and greater abdominal circumference (p<0.05). Unhealthy eating behavior was significantly correlated with HDL cholesterol, while snacking behavior was correlated with fasting blood glucose (p<0.05).

Keywords: life style, metabolic syndrome, obesity

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis gaya hidup dan kejadian sindrom metabolik pada karyawan laki-laki berstatus gizi obes di PT. Indocement Citeureup. Desain penelitian adalah cross sectional dengan purposive sampling dan melibatkan 59 karyawan laki-laki obes yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Sebanyak 49,15% subjek mengalami sindrom metabolik dengan prevalensi penanda sindrom metabolik tertinggi adalah obesitas sentral (96,55%), diikuti oleh hipertrigliseridemia (82,76%), kadar kolesterol High Density Lipoprotein (HDL) rendah (72,41%), kadar glukosa darah puasa tinggi (62,07%) dan hipertensi (55,17%). Tidak terdapat perbedaan proporsi kejadian sindrom metabolik menurut umur, riwayat kegemukan, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, tingkat aktivitas fisik maupun perilaku makan (p>0,05). Semakin banyak jumlah rokok yang dikonsumsi berkorelasi signifikan dengan tekanan darah diastol yang rendah dan ukuran lingkar perut yang besar (p<0,05). Perilaku makan yang tidak sehat berkorelasi signifikan dengan rendahnya kadar kolesterol HDL, sedangkan perilaku konsumsi cemilan berkorelasi dengan tingginya kadar glukosa darah puasa (p<0,05).

Kata kunci: gaya hidup, obesitas, sindrom metabolik

Downloads

Download data is not yet available.
How to Cite
Nurjanah, F., & Roosita, K. (1). GAYA HIDUP DAN KEJADIAN SINDROM METABOLIK PADA KARYAWAN LAKI-LAKI BERSTATUS GIZI OBES DI PT. INDOCEMENT CITEUREUP. Jurnal Gizi Dan Pangan, 10(1). https://doi.org/10.25182/jgp.2015.10.1.%p
Section
Articles