Pertumbuhan dan Produksi Kedelai Hitam dengan Pemberian Jenis Biomassa dan Dosis Pemupukan Kalsium pada Budidaya Jenuh Air di Lahan Pasang Surut

Muhammad Syamil Hizbi, Munif Ghulamahdi

Abstract


Penggunaan Budidaya Jenuh Air (BJA) pada lahan pasang surut merupakan salah satu solusi peningkatan produksi kedelai nasional. Pemberian biomassa dan pemupukan Ca menjadi pertimbangan dalam melengkapi paket teknologi budidaya jenuh air. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis biomassa dan dosis pemupukan Ca yang secara nyata meningkatkan pertumbuhan dan produksi kedelai hitam dengan budidaya jenuh air di lahan pasang surut. Penelitian dilakukan di Desa Karyabhakti, Kecamatan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi pada Agustus hingga November 2017. Rancangan petak tersarang digunakan pada penelitian ini dengan dua faktor, yaitu sumber biomassa dan dosis pemupukan Ca. Sumber biomassa terdiri atas tiga level antara lain kontrol, biomassa teki-tekian, dan jerami, sedangkan dosis pemupukan Ca terdiri atas empat level, yaitu kontrol, 250 kg ha-1, 500 kg ha-1, dan 750 kg ha-1. Kombinasi keduanya diulang sebanyak tiga ulangan sehingga menghasilkan 36 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh faktor tunggal sumber biomassa dan dosis pemupukan Ca secara umum berbeda sangat nyata dalam meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, bobot kering bintil akar, bobot 100 biji, bobot ubinan, dan produktivitas kedelai hitam. Produktivitas tertinggi pengaruh faktor tunggal sumber biomassa adalah perlakuan pemberian biomassa teki sebesar 2.74 ton ha-1, sedangkan pengaruh faktor tunggal dosis pemupukan Ca terbaik adalah pemupukan Ca 500 kg ha-1 sebesar 2.49 ton ha-1. Interaksi kedua faktor hanya berbeda nyata meningkatkan tinggi tanaman, bobot kering batang, dan jumlah polong isi.

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.29244/agrob.7.2.153-161



P-ISSN : 2337-3407     E-ISSN : 2614-3194

Lisensi Creative Commons
Seluruh publikasi oleh Buletin Agrohorti disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.