Kecacingan pada burung cendrawasih (Paradisaea sp.) di pusat penyelamatan satwa cikananga sukabumi

  • Cut Aldila Febiana Sekolah Vokasi, Institut Pertanian Bogor, Bogor
  • Inna Rakhmawati Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga, Sukabumi
  • Risa Tiuria Divisi Parasitologi dan Entomologi Kesehatan, Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, Bogor

Abstract

Kecacingan merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat terjadi pada burung cendrawasih di Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga Sukabumi Jawa Barat. Pemeriksaan tinja rutin menggunakan metode flotasi dan Mc Master dilakukan untuk mengetahui kejadian infeksi cacing pada burung cendrawasih. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 5 dari 5 ekor burung cendrawasih positif terinfeksi cacing Cappilaria sp. dan Heterakis sp. Faktor infeksi berkaitan dengan sanitasi lingkungan sehingga pencegahan dapat dilakukan melalui sanitasi kandang dan pemberian batu pada dasar kandang.

References

[ASOHI] Asosiasi Obat Hewan Indonesia. 2005. Indeks Obat Hewan Indonesia (IOHI) Ed ke-5. Jakarta (ID): PT Gallus Indonesia Utama (GITA Pustaka). 470 hal.

Lefevre PC, Blancou J, Chermette R, Uilenberg G. 2010. Infectious and Parasitic Diseases of Livestock. Paris (FR): Lavoisier. 2000 hal.

Muller MG. 2014. Caretaking, feeding and fecal examination of sick hunting falcons. Festival of Falconry Workshop. hal 27.

Sakas PS. 2012. Common Avian Parasites. Niles (IL): Niles Animal Hospital and Bird Medical Center. hal 5.

Taylor MA, Coop RL , Wall RL. 2015. Veterinary Parasitology. 4thEd. Willey Blackwell. 1006 hal.

Yekbat M, Ratubongs RG. 2015. Burung Cendrawasih: Potensi Ekowisata di Selatan Papua. Beukeboom H, Mambai BV, Kumalasari AM, Primasari D, editor. Jayapura (ID): WWF Indonesia - Program Papua. hal 35.

Published
2019-08-05
How to Cite
FebianaC. A., RakhmawatiI., & TiuriaR. (2019). Kecacingan pada burung cendrawasih (Paradisaea sp.) di pusat penyelamatan satwa cikananga sukabumi. ARSHI Veterinary Letters, 3(3), 43-44. https://doi.org/10.29244/avl.3.3.43-44