Batu kandung kemih pada iguana hijau (Iguana iguana)

  • Gunanti Soeyono Divisi Bedah dan Radiologi Departement Klinik Reproduksi dan Patologi Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor
  • Melpa Susanti Purba Divisi Bedah dan Radiologi, Departemen Klinik Reproduksi dan Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor
  • Rahul Ajie Saksena Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas IPB, Bogor
  • Martapuri Rani Wijaya Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas IPB, Bogor
  • Ainul Khadija Saleema Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas IPB, Bogor
  • Laras Weningtyas Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas IPB, Bogor

Abstract

Seekor iguana hijau (Iguana iguana) betina berumur 8 bulan dengan berat badan 470 g. Pemilik mengeluhkan adanya massa yang besar dan keras di dalam abdomen sejak kecil dan membesar seiring bertambahnya usia. Tidak terdapat perubahan pada pola tingkah laku, nafsu makan, defekasi serta sekresi cairan urin dan urat pada iguana selama pemeliharaan. Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang diagnosa radiologi (radiografi dan ultrasonografi) dilakukan. Hasil pemeriksaan radiografi terlihat adanya massa radiopaque berbentuk bulat di organ vesika urinaria. Berdasarkan hasil USG terlihat adanya massa hiperekhoik dengan bayangan akustik pada vesika urinaria. Berdasarkan hasil diagnosa penunjang di atas, iguana di diagnosa mengalami urolithiasis atau batu kandung kemih (bladder stone) dengan prognosa fausta. Iguana diterapi dengan pembedahan cystotomy untuk mengambil bladder stone. Lima hari pasca-cystotomy nafsu makan iguana sudah membaik, defekasi serta sekresi urin dan urat terpantau normal.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Gunanti Soeyono, Divisi Bedah dan Radiologi Departement Klinik Reproduksi dan Patologi Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor

Divisi Bedah dan Radiologi, Departemen Klinik Reproduksi dan Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor

References

Johnson R. 2008. Anaesthesia and Surgery of Reptiles. Perth (AU): Australian Veterinary Association Annual Conference.

Kwantes LJ. 1992. Surgical correction of cystic urolithiasisin an iguana. Canadian VeterinaryJournal. 33: 752-753.

Lightfoot T. 1999. Bladder necrosis secondary to cystic calculus in a green iguana. Exotic Doctor of Veterinary Medicine. 1(3): 29-33.

Mihardi AP, Hidayat PR, Nurlatifah A, Permata NPWA, Kristianty TA. 2019. Kasus urolithiasis pada kucing persia betina. ARSHI Veterinary Letters. 3 (1): 1-2.

Plumb’s DC. 2011. Plumb’s Veterinary Drug Handbook 7th ed.Stockholm (US): Pharmamvet.

Raharjo S, Indrajulianto S, Tidariani I, Hartati S. 2016. Penanga-nan kasus bladder stone pada iguana (Iguana iguana). Prosiding KIVNAS ke-14 0-029: 60-68.

Reavill DR, Schmidt RE. 2010. Urinary tract diseases of reptiles. Journal of Exotic Pet Medicine. 19 (4): 280-28.

Published
2019-08-07
How to Cite
Soeyono, G., Purba, M. S., Saksena, R. A., Wijaya, M. R., Saleema, A. K., & Weningtyas, L. (2019). Batu kandung kemih pada iguana hijau (Iguana iguana). ARSHI Veterinary Letters, 3(3), 45-46. https://doi.org/10.29244/avl.3.3.45-46